Kisah pemahat patung

June 13th, 2008 by docwied

Hukum Pygmalion - Hukum Berpikir Positif
Pygmalion adalah seorang pemuda yang berbakat seni memahat. Ia sungguh piawai
dalam memahat patung. Karya ukiran tangannya sungguh bagus.Tetapi bukan
kecakapannya itu menjadikan ia dikenal dan disenangi temandan tetangganya..

Pygmalion dikenal sebagai orang yang suka berpikiran positif. Ia memandang
segala sesuatu dari sudut yang baik.
Apabila lapangan di tengah kota
becek, orang-orang mengomel. Tetapi Pygmalion berkata, "Untunglah, lapangan
yang lain tidak sebecek ini."


Ketika ada seorang pembeli patung ngotot menawar-nawar harga, kawan-kawan
Pygmalion berbisik, "Kikir betul orang itu."  Tetapi Pygmalion
berkata, "Mungkin orang itu perlu mengeluarkan uang untuk urusan lain yang
lebih perlu".

Ketika anak -anak mencuri apel dikebunnya, Pygmalion tidak mengumpat. Ia malah
merasa iba, "Kasihan,anak- anak itu kurang mendapat pendidikan dan makanan
yang cukup di rumahnya."

Itulah pola pandang Pygmalion. Ia tidak melihat suatu keadaan dari segi buruk,
melainkan justru dari segi baik. Ia tidak pernah berpikir buruk tentang orang
lain; sebaliknya, ia mencoba membayangkan hal-hal baik dibalik perbuatan buruk
orang lain.


Pada suatu hari Pygmalion mengukir sebuah patung wanita dari kayu yang sangat halus.
Patung itu berukuran manusia sungguhan.  Ketika sudah rampung, patung itu
tampak seperti manusia betul. Wajah patung itu tersenyum manis menawan,
tubuhnya elok menarik. Kawan-kawan
Pygmalion berkata, "Ah, sebagus- bagusnya patung, itu cuma patung, bukan isterimu."

Tetapi Pygmalion memperlakukan patung itu sebagai manusia betul. Berkali-kali
patung itu ditatapnya dan dielusnya. Para dewa yang ada di Gunung olympus
memperhatikan dan menghargai sikap Pygmalion, lalu mereka memutuskan untuk
memberi anugerah kepada Pygmalion, yaitu mengubah patung itu menjadi manusia
betulan.

Begitulah, Pygmalion hidup berbahagia dengan isterinya itu yang konon adalah
wanita tercantik di seluruh negeri Yunani.

Nama Pygmalion dikenang hingga kini untuk mengambarkan dampak pola berpikir
yang positif. Kalau kita berpikir positif tentang suatu keadaan atau seseorang,
seringkali hasilnya betul-betul menjadi positif.


Misalnya:

Jika kita bersikap ramah terhadap seseorang, maka
orang itupun akan menjadi ramah terhadap kita.


Jika kita memperlakukan anak kita sebagai anak yang cerdas, akhirnya
dia betul-betul menjadi cerdas.

Jika kita yakin bahwa upaya kita akan berhasil, besar sekali kemungkinan upaya
dapat merupakan separuh keberhasilan.

Dampak pola berpikir positif itu disebut dampak Pygmalion. Pikiran kita memang
seringkali mempunyai dampak fulfilling prophecy atau ramalan tergenapi, baik
positif maupun negatif.

Kalau kita menganggap tetangga kita judes sehingga kita tidak mau bergaul
dengan dia, maka akhirnya dia betul-betul menjadi judes.

Kalau kita mencurigai dan menganggap anak kita tidak jujur, akhirnya ia
betul-betul menjadi tidak jujur.

Kalau kita sudah putus asa dan merasa tidak sanggup pada
awal suatu usaha, besar sekali kemungkinannya kita betul-betul akan gagal.

Pola pikir Pygmalion adalah berpikir, menduga dan berharap hanya yang baik
tentang suatu keadaan atau seseorang. Bayangkan, bagaimana besar dampaknya bila
kita berpola pikir positif seperti itu. Kita
tidak akan berprasangka buruk tentang orang lain. Kita tidak menggunjingkan
desas-desus yang jelek tentang orang lain.. Kita tidak menduga-duga yang jahat tentang orang lain.


Kalau kita berpikir buruk tentang orang lain, selalu ada saja bahan untuk
menduga hal-hal yang buruk. Jika ada seorang kawan memberi hadiah kepada kita,
jelas itu adalah perbuatan baik. Tetapi jika kita berpikir buruk,kita akan
menjadi curiga, "Barangkali ia sedang mencoba membujuk,"atau kita
mengomel, "Ah, hadiahnya cuma barang murah." Yang rugi dari pola
pikir seperti itu adalah diri kita sendiri.  Kita menjadi mudah
curiga.  Kita menjadi tidak bahagia.


Sebaliknya, kalau kita berpikir positif, kita akan menikmati hadiah itu dengan
rasa gembira dan syukur, "Ia begitu murah hati. Walaupun ia sibuk, ia
ingat untuk memberi kepada kita."

Warna hidup memang tergantung dari warna kaca
mata yang kita pakai.

* Kalau kita memakai kaca mata kelabu, segala sesuatu akan tampak kelabu. Hidup
menjadi kelabu dan suram. Tetapi kalau kita memakai kaca mata yang terang,
segala sesuatu akan tampak cerah. Kaca mata yang berprasangka atau benci akan
menjadikan hidup kita penuh rasa curiga dan dendam. Tetapi kaca mata yang damai
akan menjadikan hidup kita damai.


Hidup akan menjadi baik kalau kita memandangnya dari segi yang baik. Berpikir
baik tentang diri sendiri. Berpikir baik tentang orang lain.
Berpikir baik tentang keadaan. Berpikir baik tentang Tuhan. Dampak berpikir
baik seperti itu akan kita rasakan. Keluarga menjadi hangat.. Kawan menjadi bisa dipercaya. Tetangga menjadi akrab..
Pekerjaan menjadi menyenangkan. Dunia menjadi ramah.


Hidup menjadi indah.


Seperti Pygmalion, begitulah.


MAKE SURE YOU ARE PYGMALION and the world will be filled with positive
people only!!!!

 

Nice article..thanks buat yg nulis.

cerita yang sangat menyentuh

May 15th, 2008 by docwied

Nilai Seikat Kembang

Seorang pria turun dari sebuah mobil mewah yang
diparkir di depan kuburan umum.

Pria itu berjalan menuju pos penjaga kuburan. Setelah
memberi salam, pria yang ternyata adalah sopir itu
berkata,
"Pak, maukah Anda menemui wanita yang ada di mobil
itu? Tolonglah Pak,karena para dokter mengatakan
sebentar lagi beliau akan meninggal!"

Penjaga kuburan itu menganggukkan kepalanya tanda
setuju dan ia segera berjalan di belakang sopir itu.

Seorang wanita lemah dan berwajah sedih membuka pintu
mobilnya dan berusaha tersenyum kepada penjaga kuburan
itu sambil berkata, "Saya Ny . Steven. Saya yang selama
ini mengirim uang setiap dua minggu sekali kepada Anda.
Saya mengirim uang itu agar Anda dapat membeli seikat kembang
dan menaruhnya di atas makam anak saya. Saya datang untuk
berterima kasih atas kesediaan dan kebaikan hati Anda.
Saya ingin memanfaatkan sisa hidup saya untuk
berterima kasih kepada orang-orang yang telah menolong
saya."

"O, jadi Nyonya yang selalu mengirim uang itu? Nyonya,
sebelumnya saya minta maaf kepada Anda. Memang uang
yang Nyonya kirimkan itu selalu saya belikan kembang,
tetapi saya tidak pernah menaruh kembang itu di pusara
anak Anda." jawab pria itu.

"Apa, maaf?" tanya wanita itu dengan gusar.

"Ya, Nyonya. Saya tidak menaruh kembang itu di sana
karena menurut saya, orang mati tidak akan pernah
melihat keindahan seikat kembang.

Karena itu setiap kembang yang saya beli, saya berikan
kepada mereka yang ada di rumah sakit, orang miskin
yang saya jumpai, atau mereka yang sedang bersedih.
Orang-orang yang demikian masih hidup, sehingga mereka
dapat menikmati keindahan dan keharuman
kembang-kembang itu, Nyonya," jawab pria itu.

Wanita itu terdiam, kemudian ia mengisyaratkan agar
sopirnya segera pergi.

Tiga bulan kemudian, seorang wanita cantik turun dari
mobilnya dan berjalan dengan anggun ke arah pos
penjaga kuburan.

"Selamat pagi. Apakah Anda masih ingat saya? Saya Ny .
Steven. Saya datang untuk berterima kasih atas nasihat
yang Anda berikan beberapa bulan yang lalu. Anda benar
bahwa memperhatikan dan membahagiakan mereka yang
masih
hidup jauh lebih berguna daripada meratapi mereka yang
sudah meninggal.

Ketika saya secara langsung mengantarkan
kembang-kembang itu ke rumah sakit atau panti jompo,
kembang-kembang itu tidak hanya membuat mereka
bahagia,
tetapi saya juga turut bahagia.

Sampai saat ini para dokter tidak tahu mengapa saya
bisa sembuh, tetapi saya benar-benar yakin bahwa
sukacita dan pengharapan adalah obat yang memulihkan
saya!"

Jangan pernah mengasihani diri sendiri, karena
mengasihani diri sendiri akan membuat kita
terperangkap di kubangan kesedihan. Ada prinsip yang
mungkin kita tahu, tetapi sering kita lupakan, yaitu
dengan menolong orang lain sesungguhnya kita menolong
diri sendiri.

cerita ini sangat menyentuh hati ku..aku mendapatkannya dari email yg dikirim ke suamiku..

Mengingatkan kita..bahwa menyenangkan orang lain dan berbagi akan membuat hidup kita lebih berarti..